Tulang dan Sistem Muskuloskeletal 

Misteri Tulang Rapuh (Osteoporosis): Mengungkap Peran Mikrobiota Usus, Probiotik, dan miRNA

Pengarang :
– Dr. Wiwik Rositawati, M.Si, Apt
– Anggi Kartikawati, M. Kes
– Matthew Justyn, S.Si., M.Farm.Klin
– Ditta Kalyani Devi, S.Si., M.Farm
– Claudia Jane Setianita, S.Si
– drg. Ferry Sandra, Ph.D., MIPM, PBO, FIMMA

Editor:
Dr. Dewi Muliaty, M.Si

ISBN :
978-634-04-6766-6 (PDF)

Halaman:
viii + 232 hlm

Dimensi:
15,5 x 23 cm

Sinopsis Buku:
Osteoporosis seringkali disebut sebagai silent disease karena biasanya tidak bergejala. Kesehatan tulang jarang menjadi perhatian khusus; bahkan pemeriksaan skrining atau medical check-up hampir tidak pernah memasukkan pemeriksaan kepadatan tulang sebagai parameternya. Akibatnya, osteoporosis seringkali diketahui terlambat setelah seseorang sudah mengalami kondisi patah tulang.

Selain faktor genetik, faktor usia, pola hidup seperti kecukupan nutrisi (vitamin dan mineral), aktivitas fisik termasuk olahraga, pola tidur, kebiasaan merokok, stres, serta faktor hormonal dan imunitas sangat berperan dalam menentukan kualitas kepadatan tulang. Kondisi ini berkaitan dengan ketidakseimbangan antara aktivitas resorpsi atau pelepasan massa tulang (osteoklas) dan pembentukan massa tulang (osteoblas). Berbagai penyakit atau kelemahan tubuh juga dapat menjadi faktor penyebab sekunder yang mengganggu keseimbangan bone remodeling, terutama pada proses inflamasi maupun kondisi imunitas tubuh. Pemberian obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi proses kerapuhan tulang.

Peran mikrobiota usus menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan usus terkait dengan gut-bone axis yang berhubungan dengan metabolit yang dihasilkan sebagai sumber energi bagi sel epitel usus. Keseimbangan mikrobiota usus ikut memengaruhi kesehatan tulang, sehingga dapat menjadi pilihan terapi pendukung bagi kesehatan dan kepadatan massa tulang.

Mekanisme molekular seperti miRNA memiliki peran penting dalam mengatur aktivitas osteoklas, yaitu sel tulang yang berfungsi melakukan pelepasan massa tulang. miRNA merupakan molekul RNA non-coding endogen berukuran kecil yang berfungsi sebagai regulator pascatranskripsi dalam regulasi ekspresi gen. Buku ini membahas peranan miRNA pada bone remodeling serta potensinya sebagai arah terapi osteoporosis di masa depan. Aspek menarik lainnya adalah bagaimana gut microbiota berperan sebagai regulator ekspresi miRNA dalam proses osteoporosis, sehingga modulasi mikrobiota berpotensi mengatur ekspresi miRNA—termasuk melalui pendekatan pemberian probiotik dan prebiotik.

Buku ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana menjaga kesehatan tulang dimulai dari memahami proses terjadinya penurunan massa tulang hingga mekanisme molekular terbaru mengenai bone remodeling dan potensi terapinya, yang bermanfaat bagi pencegahan, pemeliharaan, dan pengobatan.

[Request PDF]

Loading